Budaya
adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya atau kebudayaan
berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak
dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan
budi dan akal manusia.
Secara garis
besar kebudayaan bisa di bagi menjadi 2 kelompok kebudayaan yaitu kebudayaan
klasik (masyarakat tradisional) dan kebudayaan modern (masyarakat modern) :
KEBUDAYAAN
KLASIK
Kebudayaan
klasik di Indonesia terjadi pada masa kerajaan-kerajaan di Indonesia. Para ahli
kebudayaan telah mengkaji dengan sangat cermat akan kebudayaan klasik ini.
Mereka memulai dengan pengkajian kebudayaan yang telah ditelurkan oleh
kerajaan-kerajaan di Indonesia. Mereka mempelajari semua dimensi tanpa ada yang
dikesampingkan. Adapun dimensi yang sering ada adalah seperti agama, tarian,
nyanyian, wayang kulit, lukisan, patung, seni ukir, dan hasil cipta lainnya.
Masyarakat
Masa Lampau
Masyarakat
masa lampau adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat
istiadat lama. Adat istiadat adalah suatu aturan yang sudah mantap dan mencakup
segala konsepsi sistem budaya yang mengatur tindakan atau perbuatan manusia
dalam kehidupan sosialnya.
Kehidupan
Masyarakat Masa Lampau
1) Hubungan
langsung dengan alam
2) Kehidupan
dalam konteks yang agraris (Bercocok Tanam)
3) Tidak
mempunyai Tempat tinggal yang tetap/Berpindah-pindah.
KEBUDAYAAN
MODERN
Kebudayaan
Indonesia modern dimulai ketika bangsa Indonesia merdeka. Bentuk dari deklarasi
ini menjadikan bangsa Indonesia tidak dalam kekangan dan tekanan. Dari sini
bangsa Indonesia mampu menciptakan rasa dan karsa yang lebih sempurna. Pada
masa pemerintahan awal soekarno nama Indonesia mulai di kenal di luar negri.
Kemajuan teknologinya pun juga mengalami kemajuan yang pesat, seperti kita
berhasil membuat pesawat buatan sendiri dan teknologi lainnya. Kita juga
mempunyai keanekaragaman budaya yang bervariasi dan khas di setiap daerah serta
kesenian-keseniannya. Secara agama meskipun kita mempunyai 5 agama yang berbeda
tetapi kita dapat hidup rukun dan damai satu sama lain.
Perkembangan
budaya di Indonesia mengalami naik turun.
Pada awalnya masyarakat Indonesia mempunyai banyak peninggalan
kebudayaan yang ditinggalkan oleh nenek moyang terdahulu. Akan tetapi,
akhir-akhir ini kebudayaan tersebut mulai terlupakan seiring dengan munculnya
kebudayaan yang lebih modern. Semakin majunya arus globalisasi juga membuat
rasa cinta terhadap kebudayaan sendiri berkurang, dan hal tersebut berdampak
tidak baik terhadap budaya di Indonesia. Terlalu banyaknya kehidupan asing yang
masuk ke Indonesia juga dapat menghilangkan kebudayaan asli Indonesia. Apabila
budaya asing masuk ke Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat
untuk mempertahankan dan melestarikannya, maka dapat dipastikan masyarakat
Indonesia tidak akan dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.
Kemajuan
dalam bidang teknologi dan peralatan hidup, masyarakat pada saat ini dapat
bekerja secara cepat dan efisien karena adanya peralatan yamg mendukungnya
sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi.
Masyarakat
Masa Kini
Masyarakat
masa kini (modern) adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai
orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa
kini. Masyarakat modern relatif bebas dari kekuasaan adat-istiadat lama.
Kehidupan
Masyarakat Masa Kini
1) Alam
dikendalikan dengan kemampuan pengetahuan mereka dalam menunjang kehidupan yang
lebih baik.
2) Umumnya
hidup dari sektor industri, selain itu mereka juga hidup dari sektor
perdagangan kepariwisataan, dan jasa lainnya.
3) Mempunyai
sarana komunikasi dan telekomunikasi yang lebih lengkap
Masyarakat
Masa Yang akan Datang(futuristik)
Masyarakat
masa Yang Akan Datang (Futuristik) adalah Masyarakat yang menjadi sangat modern
karena pengaruh Masyarakat Masa Lampau Dan Masa Kini yang sudah berhasil
memajukan teknologi.Masyarakat ini menggunakan segala suatu dengan teknologi
yang mutakhir.
Kehidupan Masyarakat Masa Futuristik
1) Segala sesuatu yang bersifat/terlihat
canggih dan serba praktis(tidak memakan waktu banyak).
2) Teknologinya bisa mencakup segala hal
(segala aktifitas bisa dipermudah dengan teknologi.
Dengan demikian, perkembangan budaya di Indonesia memiliki dampak
positif dan negatif.
Dampak Positif dapat berupa
:
1. Peningkatan dalam bidang sistem teknologi,
Ilmu Pengetahuan, dan ekonomi.
2. Terjadinya pergeseran struktur kekuasaan dari
otokrasi menjadi oligarki.
3.
Mempercepat terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan masyarakat madani
dalam skala
global.
4. Tidak
mengurangi ruang gerak pemerintah dalam kebijakan ekonomi guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
5. Tidak berseberangan dengan desentralisasi.
6. Bukan penyebab krisis ekonomi.
Pengaruh Negatif berupa :
1.
Menimbulkan perubahan dalam gaya hidup, yang mengarah kepada masyarakat yang konsumtif komersial. Masyarakat akan
minder apabila tidak menggunakan pakaian yang bermerk (merk terkenal).
2.
Terjadinya kesenjangan budaya. Dengan munculnya dua kecenderungan yang kontradiktif. Kelompok yang mempertahankan
tradisi dan sejarah sebagai sesuatu yang sakral dan penting (romantisme
tradisi). Dan kelompok ke dua, yang melihat tradisi sebagai produk masa lalu
yang hanya layak disimpan dalam etalase sejarah untuk dikenang (dekonstruksi
tradisi/disconecting of culture).
3. Sebagai
sarana kompetisi yang menghancurkan. Proses globalisasi tidak hanya memperlemah
posisi negara melainka juga akan mengakibatkan kompetisi yang saling
menghancurkan.
4. Sebagai
pembunuh pekerjaan. Sebagai akibat kemajuan teknologi dan pengurangan biaya per
unit produksi, maka output mengalami peningkatan drastis sedangkan jumlah
pekerjaan berkurang secara tajam.
5. Sebagai
imperialisme budaya. Proses globalisasi membawa serta budaya barat, serta
kecenderungan melecehkan nilai-nilai budaya tradisional.
6.
Globalisasi merupakan kompor bagi munculnya gerakan-gerakan neo-nasionalis dan
fundamentalis.. Proses globalisasi yang ganas telah melahirkan sedikit pemenang
dan banyak pecundang, baik pada level individu, perusahaan maupun negara.
Negara-negara yang harga dirinya diinjak-injak oleh negara-negara adi kuasa
maka proses globalisasi yang merugikan
ini merupakan atmosfer yang subur bagi tumbuhnya gerakan-gerakan populisme,
nasionalisme dan fundamentalisme.
7. Malu
menggunakan budaya asli Indonesia karena telah maraknya budaya asing yang
berada di wilayah Indonesia.
MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN INDONESIA
Dinamika sosial dan kebudayaan itu,
tidak terkecuali melanda masyarakat Indonesia, walaupun luas spektrum dan
kecepatannya berbeda-beda. Demikian pula masyarakat dan kebudayaan Indonesia
pernah berkembang dengan pesatnya di masa lampau, walaupun perkembangannya
dewasa ini agak tertinggal apabila dibandingkan dengan perkembangan di negeri
maju lainnya. Betapapun, masyarakat dan kebudayaan Indonesia yang beranekaragam
itu tidak pernah mengalami kemandegan sebagai perwujudan tanggapan aktif
masyarakat terhadap tantangan yang timbul akibat perubahan lingkungan dalam
arti luas maupun pergantian generasi.
Ada sejumlah kekuatan yang mendorong
terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Secara kategorikal
ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam
masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai
penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat
(external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture
contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan
lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan
kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka.
Betapapun cepat atau lambatnya
perkembangan sosial budaya yang melanda, dan factor apapun penyebabnya, setiap
perubahan yang terjadi akan menimbulkan reaksi pro dan kontra terhadap
masyarakat atau bangsa yang bersangkutan. Besar kecilnya reaksi pro dan kontra
itu dapat mengancam kemapanan dan bahkan dapat pula menimbulkan disintegrasi
sosial terutama dalam masyarakat majemuk dengan multi kultur seperti Indonesia.
PERKEMBANGAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN
DEWASA INI
Masyarakat Indonesia dewasa ini sedang
mengalami masa pancaroba yang amat dahsyat sebagai akibat tuntutan reformasi
secara menyeluruh. Sedang tuntutan reformasi itu berpangkal pada kegiatan
pembangunan nasional yang menerapkan teknologi maju untuk mempercepat
pelaksanaannya. Di lain pihak, tanpa disadari, penerapan teknologi maju itu
menuntut acuan nilai-nilai budaya, norma-norma sosial dan orientasi baru.
Tidaklah mengherankan apabila masyarakat Indonesia yang majemuk dengan multi
kulturalnya itu seolah-olah mengalami kelimbungan dalam menata kembali tatanan
sosial, politik dan kebudayaan dewasa ini.
a. Penerapan teknologi maju
Penerapan teknologi maju untuk
mempercepat pebangunan nasional selama 32 tahun yang lalu telah menuntut
pengembangan perangkat nilai budaya, norma sosial disamping ketrampilan dan
keahlian tenagakerja dengn sikap mental yang mendukungnya. Penerapan teknologi
maju yang mahal biayanya itu memerlukan penanaman modal yang besar (intensive
capital investment); Modal yang besar itu harus dikelola secara professional
(management) agar dapat mendatangkan keuntungan materi seoptimal mungkin;
Karena itu juga memerlukan tenagakerja yang berketrampilan dan professional
dengan orientasi senantiasa mengejar keberhasilan (achievement
orientation). Tanpa disadari, kenyataan tersebut,
telah memacu perkembangan tatanan sosial di segenap sector kehidupan yang pada
gilirannya telah menimbulkan berbagai reaksi pro dan kontra di kalangan
masyarakat. Dalam proses perkembangan sosial budaya itu, biasanya hanya mereka
yang mempunyai berbagai keunggulan sosial-politik, ekonomi dan teknologi yang
akan keluar sebagai pemenang dalam persaingan bebas. Akibatnya mereka yang
tidak siap akan tergusur dan semakin terpuruk hidupnya, dan memperlebar serta
memperdalam kesenjangan sosial yang pada gilirannya dapat menimbulkan
kecemburuan sosial yang memperbesar potensi konflik sosial.dalam masyarakat
majemuk dengan multi kulturnya.
b. Keterbatasan lingkungan (environment
scarcity)
Penerapan teknologi maju yang mahal
biayanya cenderung bersifat exploitative dan expansif dalam pelaksanaannya.
Untuk mengejar keuntungan materi seoptimal mungkin, mesin-mesin berat yang
mahal harganya dan beaya perawatannya, mendorong pengusaha untuk menggunakannya
secara intensif tanpa mengenal waktu. Pembabatan dhutan secara besar-besaran
tanpa mengenal waktu siang dan malam, demikian juga mesin pabrik harus bekerja
terus menerus dan mengoah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap di lempar
ke pasar. Pemenuhan bahan mentah yang diperlukan telah menimbulkan tekanan pada
lingkungan yang pada gilirannya mengancam kehidupan penduduk yang dilahirkan,
dibesarkan dan mengembangkan kehidupan di lingkungan yang di explotasi secara
besar-besaran.
Di samping itu penerapan teknologi maju
juga cenderung tidak mengenal batas lingkungan geografik, sosial dan kebudayaan
maupun politik. Di mana ada sumber daya alam yang diperlukan untuk memperlancar
kegiatan industri yang ditopang dengan peralatan modern, kesana pula mesin-mesin
modern didatangkan dan digunakan tanpa memperhatikan kearifan lingkungan
(ecological wisdom) penduduk setempat. Ketimpangan sosial-budaya antar penduduk
pedesaan dan perkotaan ini pada gilirannya juga menjadi salah satu pemicu
perkembangan norma-norma sosial dan nilai-nilai budaya yang befungsi sebagai
pedoman dan kerangka acuan penduduk perdesaan yang harus nmampu memperluas
jaringan sosial secara menguntungkan. Apa yang seringkali dilupakan orang
adalah lumpuhnya pranata sosial lama sehingga penduduk seolah-olahkehilangan
pedoman dalam melakukan kegiatan. Kalaupun pranata sosial itu masih ada, namun
tidak berfungsi lagi dalam menata kehidupan pendudduk sehari-hari. Seolah-olah
terah terjadi kelumpuhan sosial seperti kasus lumpur panas Sidoarjo, pembalakan
liar oleh orang kota, penyitaan kayu tebangan tanpa alas an hokum yang jelas,
penguasaan lahan oleh mereka yang tidak berhak. Kelumpuhan sosial itu telah menimbulkan
konflik sosial yang berkepanjangan dan berlanjut dengan pertikaian yang
disertai kekerasan ataupun amuk.
Kesimpulan
Sebuah peradaban mempunyai kebiasaan tingkah laku dan kesenian yang dapat
disebut kebudayaan. Seiring waktu berjalan sebuah kesenian itu akan tersisih
oleh waktu dan minat dari masyarakat untuk melestarikanya, begitu juga dengan
masuknya atau datangnya sosial budaya luar yang lebih diminati masyarakat, yang
seiring waktu akan menyisihkan kebudayaan lokal itusendiri. Untuk mempertahan
kan kebudayaan itu sendiri harus melakukan perubahan atau penambahan dari
kebudayaan yang telah ada ditambah dengan kebudayaan yang baru. Semua itu
membutuhkan sebuah proses untuk memilah-milah kebudayaan luar yang dapat
diterima dimasyarakat. Dalam menambah kebudayan atau mencampur kebudayan kita
sebaiknya melakukan pengklasifikasdian, karena penambahan kebudayaan akan
mempengaruni berubahnya nilai-nilai sosial dan budaya. Semua proses tersebut
dapat dinamakan sebagai proses modernisasi kebudayan.
Setiap proses pasti terdapat kelemahan atau segi negatif, begitu pula dengan
proses modernisasi budaya ini juga terdapat nilai-nilai negatif terutama yang
telah terjadi di Indonesia ini, dapat di contohkan konflik-konflik yang telah
terjadi yaitu pembrontakan Republik Maluku Selatan, pembrontakan Darul Islam di
Jawa Barat,Sulawesi Selatan dan Aceh, dan pembrontakan PRRI/pemersta. Semua itu
terjadi dikarenakan perubahan kebudayaan yang signifikan dan merubah
nilai-nilai sosial dan budaya dalam waktu yang lebih terasa cepat dari yang
seharusnya.
http://mgmpips.wordpress.com/2007/03/05/proses-perubahan-sosial-budaya/
http://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial_budaya
http://windynovita.wordpress.com/2010/01/03/artikel-ilmu-budaya-dasar/
http://www.silaban.net/2006/11/26/budaya-lokal-vs-budaya-global-sanggupkah/
